| Direktur Perumda Tirta Peusada, Camat Madat, serta para geuchik (kepala desa) dari Gampong Lung Peut, Matang Guru, Pante Bayan, dan Meunasah Asan |
Keputusan tersebut disepakati dalam pertemuan koordinasi di Kantor Camat Madat yang dihadiri oleh Direktur Perumda Tirta Peusada, Camat Madat, serta para geuchik (kepala desa) dari Gampong Lung Peut, Matang Guru, Pante Bayan, dan Meunasah Asan.
Setidaknya ada enam wilayah yang terdampak langsung akibat terhentinya suplai air, yakni Desa Lung Peut, Lung Dua, Pante Bayan, Matang Guru, Meunasah Tingkeum, dan Meunasah Asan.
Iskandar, SH, Direktur Perumda Tirta Peusada menjelaskan, penurunan produktivitas SPAM pascabanjir serta kondisi air baku yang kerap tidak stabil menjadi penyebab utama instalasi pengolahan air belum mampu bekerja secara maksimal.
"Sistem distribusi air bergilir akan terus dijalankan selama masa transisi. Kami memohon pengertian serta kerja sama dari seluruh masyarakat di wilayah terdampak," ujarnya Iskandar dalam pertemuan tersebut.
Pihak Perumda menargetkan pemulihan pelayanan dapat kembali normal dalam jangka waktu tiga bulan ke depan. Hal ini sejalan dengan dimulainya pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) pada SPAM Lhoknibong, dengan catatan kondisi air baku tetap stabil selama proses perbaikan berlangsung.
Para geuchik yang hadir berkomitmen membantu mengawal dan mensosialisasikan jadwal penyuplaian air kepada warga agar penyerapan air dapat berjalan tertib.
Masyarakat di wilayah Kecamatan Madat imbau untuk segera menampung air saat jadwal distribusi giliran berlangsung serta menggunakannya secara bijak hingga seluruh proses pemulihan infrastruktur selesai. (Muksal)

